Kamis, 03 April 2014

BUKIT DOA SANTO PAULUS

Bapak Ipik Al-fatah, mengenal dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan disembuhkan dari penyakit kronis sesak napas dan pembengkakan scrotum beberapa tahun lalu di kota Reog Ponorogo. Dia tinggal bersama istrinya Yuni dan Cahyo anak lelaki semata wayangnya. Pertumbuhan imannya yang pesat membuat dia bermimpi memiliki rumah tinggal dan bukit doa yang kemudian diberi nama “ Santo Paulus ”, di tempat indah dan nyaman daerah Mbiting, dekat kuncur sebuah tempat wisata yang cukup terkenal di Bungkal Ponorogo. Mimpinya menjadi kenyataan sehingga kini berdiri bangunan rumah tinggal dan beberapa kamar doa setengah jadi. Namun sebelum mimpi sepenuhnya menjadi nyata, dia pulang ke rumah Bapa di Surga dengan meninggalkan keluarga terdiri dari Yuni, istrinya, Cahyo anaknya, dan Ulfa anak ibu Yuni dari suami pertamanya dengan dua anak yang masih kecil. Pernyataan yang di sampaikan sebagai ungkapan rasa syukur pada Tuhan yang menyelamatkannya yang sempat terekam adalah, “ Kota Ponorogo dan sekitarnya butuh tempat retreat dan doa bagi umat kristiani. Di sanalah Tuhan hadir dan memberkati kita semua ”. Kini bapak Ipik telah tiada dan keluarganya membutuhkan uluran tangan kita semua. Terlebih daripada itu, mimpinya tidak boleh terkubur, harus menjadi kenyataan yang pasti. Siapakah yang siap menjadi mitra penerus untuk bekerja dan menjadi berkat bagi masyarakat kota Ponorogo dan sekitarnya ? Anda barangkali yang diberi Anugrah oleh Tuhan untuk menjadikan mimpi itu nyata. Amin ! Cahyo dan foto almarhum ayahnya, Bapak Ipik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar